Friday, June 18, 2010

sinopsis personal taste episode 15

Personal Taste episode 15

Episode 15 : Trying To Forget You Jin Ho : Kae in-ah ! Prof Park menoleh ke arah Jin Ho. Jin Ho mendekat dan mengenalkan dirinya. Tapi Kae in menangis dan berkata Aku ingat semua..dan ia terduduk. Jin Ho langsung mendekat dan duduk di samping Kae In. Prof Park masih mencoba membujuk Kae In, dan ia juga berlutut, Kae in ah, itu cuma mimpi buruk, tapi Kae in berkata ia ingat, saat itu ibunya sedang kerja di basement dan hari sangat cerah, ia tidak dapat melihat wajah ibunya dan Kae in mau ibunya main dengannya dan ia menjatuhkan dumble karena ingin ibunya. Prof Park kemudian melihat frame itu, ia mengambilnya dan tanya, dimana kau temukan foto ini? Jin Ho berdiri, itu..Prof Park menyadari, "kau sudah membuka basement??" Beraninya kau! pergi! ..pergi dari rumahku! Prof Park turun ke basement dan ia teringat lagi kenangan pahitnya. Kae In dan Jin Ho pergi ke kuburan ibu Kae in, Kae in berkata, ibuku meninggal karena melindungiku, jika aku menjadi ayahku dan aku punya putri seperti itu, aku juga tidak ingin melihatnya, iya aku mengerti sekarang. Kae in menyesal dan menangis. Jin Ho hanya bisa memeluknya. Di kantor, Sang Jun minta Tae Hoon mengcopy blue print yang ia temukan, dan Tae Hoon tanya apa itu, tapi Sang Jun tidak mengatakannya, lakukan saja. Ketika Tae Hoon mendesak, Sang Jun justru membentaknya, lakukan saja perintahku!! Lalu ia mendapat telp, ternyata dari orang yang menuntut perusahaan mereka, sekarang jumlahnya dinaikkan jadi 200 juta WOn! Apa?! Sang Jun berdiri di depan galeri, ia berkata maafkan aku Jin Ho tapi aku harus melakukannya. Sang jun menemui Do Bin dan memberikan blue print itu. Sang Jun minta pendapat Do Bin dengan kata lain "tolong diperhatikan" Do Bin ragu dan berkata Direktur Jeon Jin Ho bukan orang seperti ini, ia tidak akan mengajukan dengan cara seperti ini. Sang Jun berkata Jin Ho tahu ini, dan ia mohon pada Do Bin karena saat ini, perusahaan mereka menghadapi hal yang sulit. Jin Ho mengantar Kae in pulang. Jin Ho berkata ia tidak tahu apa yang bisa ia katakan dalam situasi seperti ini, tapi satu hal ia hanya ingin Kae in tahu, ia selalu ada di sisi Kae in. Kae In berkata, ada kau di sisiku adalah segalanya bagiku. Jin Ho memeluk Kae in lembut. Di dalam, ayah Kae in menunggu dan ia berkata, aku bukan orang kuno, tapi putriku tinggal serumah dengan pria dan belum menikah, aku tidak mendidikmu seperti itu. Kae In berkata Jin Ho tinggal disini dengan bayar uang sewa. Ayahnya kaget, dia bayar sewa? Prof park berkata akan membicarakan ini nanti dan ia minta Kae in istirahat. Prof Park juga bilang, Jin Ho tidak tahu apa2 sehingga ia membuka basement, sekarang basement sudah kusegel lagi (kaya menyembunyikan monster di bawah...), lupakan masalah ini. Kae in menjawab, tidak mudah melupakannya. Dan ia masuk kamar, menangis. Paginya, Prof Park mengunjungi Choi Do Bin. Do bin sennag sekali dan menyambutnya. Di kantor, Jin Ho akan siap2 berangkat ke galeri dan Sang Jun mengaku ia sudah memberikan blue print Jin Ho kepada Do Bin. Tapi itu belum selesai kata Jin Ho. Oh aku memberikan blue print di dalam tabung hitam. Jin Ho kaget sekali. Itu bukan designku! Sang Jun yang kaget, bukan desainmu, lalu desain siapa? Jin Ho menjawab, Prof Park, ayah Kae In. Jin Ho marah pada Sang Jun karena melakukan sesuatu yang tidak ia suruh. Di galeri, Do Bin menunjukkan desain yang dibawa Sangjun itu pada Prof Park (oh crap..) dan Prof Park kaget sekali, ia membuka tiap halaman blue print dengan cepat untuk memastikan. Lalu Kae in masuk, Prof Park bingung, apa yang dilakukan Kae in disini? Do Bin (oh I love this man) membantu Kae in dan berkata Kae in mengerjakan ruang anak2. Ayah Kae in masih merendahkan dan berkata Kae in masih banyak kekurangan, ia tidak tahu Kae in membuat masalah apa disini. Do Bin berkata, ah tidak, Kae in sangat berbakat dan Anda pasti sangat senang melihat bakatnya sejak dari awal (haha..ayah Kae in kena deh!) Prof Park hanya mengangguk saja. Prof Park tanya, siapa yang membuat desain ini? Direktur Jeon Jin Ho dari M company. Jeon Jin Ho itu sangat berbakat dan Do bin melanjutkan, oya, Anda mungkin tahu, Jin Ho dan Kae in sekarang ini berkencan. (oh no..) Jin Ho tiba di galery dan In hee melihatnya. Jin Ho minta In hee mengantarnya ke Do Bin. Jin Ho masuk ke ruangan meeting dan memberi salam. Prof Park langsung mendatangi Jin Ho. Jin ho tahu apa yang akan dihadapinya. Prof Park mengulurkan blue print itu, apa ini desainmu? Ha? Desain siapa ini? Jin Ho diam saja, itu aku..maaf. Prof Park marah dan melempar desain itu ke arah Jin Ho. Jin Ho hanya bisa menahan malu. Prof Park berkata ini desainku untuk Proyek Dahm 30 tahun lalu. Jadi kau pindah ke rumah kami untuk mencuri ini? Jin Ho tidak bisa menjelaskan. Prof Park berkata, kau sengaja melakukannya untuk menyelidiki rumahku dan mempermainkan perasaan putriku? Kae in kaget dan berkata, Jin ho apa maksudnya ini, aku yakin ini semua salah paham, ayo Jin Ho katakan. Jin Ho berkata ia tidak bermaksud untuk mencurinya tapi perasaan-nya pada Kae in itu tulus. Prof Park marah, kau minta aku mempercayai pencuri? Prof Park keluar. Jin Ho mengikuti Prof Park dan ia ingin bicara dengannya. Prof Park justru memarahi Kae in, Kau ini bodoh, apa kau masih tidak bisa menilai orang, kau ini sudah dimanfaatkan! Kae in merasa ayahnya salah paham. Tapi Ayahnya berkata kau tahu Proyek Dahm ini milikku maka kau pindah ke sang Go Jae untuk mencuri desainku? Jin Ho berkata iya, memang ada ide seperti itu pada awalnya, tapi..karena aku menyukai Kae in maka aku mengubah rencanaku. Prof Park membalas, jadi kau pikir dengan menjadi menantuku, maka kau akan bisa mendapat keuntungan lebih banyak? Prof park langsung pergi. Kae in terluka mendengarnya, jadi semua itu benar, ini semua awalnya karena Proyek Dahm. Jin ho membenarkan, aku ingin mengatakannya padamu...Kapan? sergah Kae in, jika kau sudah mendapat proyeknya? Jadi benar, awalnya kau hanya memanfaatkan aku saja? Jin ho tidak bisa menjawabnya, Kae in pergi dengan menangis.. Jin Ho keluar dan In hee mengikutinya, sebelum sempat bicara, Sang Jun memanggilnya, Jin Ho! Sang Jun mencoba menjelaskan ia pikir itu desain Jin Ho. Jin Ho hanya berkata semua sudah salah sejak awalnya. In Hee menemui Chang Ryul dan memberi selamat padanya. Jin Ho sekarang kehilangan kepercayaan dari Do Bin dan Prof Park murka terhadapnya. Chang Ryul justru merasa tidak enak, ia tidak berharap ini terjadi pada Jin Ho. Di Sang Go Jae, Kae in berdiri termenung memandangi kamar Jin Ho. Ayahnya dari belakang melihatnya dan membentak, cepat bersihkan! Kalau tidak aku yang akan melakukannya! Kae in berkata ia yang akan melakukannya, dan aku ini..jika aku bukan putrimu, aku tidak akan menerima cinta dari siapapun. (oh..it so sad..) Kae in mencoba menelp Jin Ho tapi Jin Ho tidak mengangkatnya. Sang Jung mendekat dan berkata apa kau tidak akan mengangkatnya? Dan Ia minta maaf, tapi Jin Ho berkata apapun yang kau lakukan, ini semua salahku. Sang Jun minta Jin Ho mengangkat telp Kae in, jangan sampai kau dan Kae in putus seperti ini, ayo angkat aku yang bicara. Jika kau putus dengan Kae in sekarang bagaimana Kae in menghadapi ayahnya? Akhirnya Kae in sendiri yang membereskan barang2 Jin Ho. Tiba2 ada tamu, ternyata Han Chang Ryul bersama ayahnya. Ayah Kae in bingung, siapa anda? Ayah Chang Ryul mengenalkan diri dan juga berkata kalau Chang Ryul ini adalah calon Kae in. Kae in membuat teh dan Chang Ryul mendekatinya di dapur. "Aku dengar Jin Ho mencuri design Prof Park, aku sudah mengingatkanmu untuk tidak dekat dengannya." Kae in terperanjat, Chang Ryul, apa kau tahu masalah ini? mengenai alasan Jin Ho tinggal di Sang Go Jae. Chang Ryul berkata akhirnya kau tahu juga. Dia pura2 sejak awal, jadi gay agar bisa masuk ke rumah ini... Kae in, "Bukankah kau juga sama...kau dan ayahmu, mendekatiku karena proyek Dahm, kalian semua sama!" Kae in pergi dan ia tidak percaya lagi Chang Ryul. (disaat Chang Ryul benar2 serius..hehe kasihan..) Saat di ruang tengah, Prof Park tanya apa hubunganmu dengan Chang Ryul? Chang Ryul menjelaskan mereka dulu kencan, tapi karena kesalahannya jadi putus. Ayah Chang ryul berkata, bukankah biasa jika anak muda putus sambung? dan ia juga berkata bahwa Chang Ryul bahkan membeli semua desain furniture Kae in. Kae in kaget, Chang Ryul juga, Kae in, "Jadi Do-ll Furniture itu adalah kau?" Chang Ryul berusaha membela diri, ah bukan semuanya..tapi Kae in sudah tidak percaya lagi. Di luar SGJ, Jin Ho menunggu dan ragu2 ia ingin masuk, tapi tiba2 Chang Ryul dan ayahnya keluar. Chang Ryul bahkan memanggil Prof Park dengan panggilan ayah mertua, Chang Ryul minta maaf karena ia sudah melukai Kae in, tapi ia akan siap menunggu Kae in. Prof Park berkata jika hati putrinya sudah terbuka, kita bertemu lagi. Mereka bersalaman dan Jin Ho melihatnya. Ayah Kae in ingin bicara dengan Kae in. Tapi Kae in berkata jika tentang Chang Ryul, maka lupakan saja. Prof Park, jadi kau lebih memilih orang yang mencuri designku? Kae in berkata Jin Ho tidak seperti itu, pasti ada alasannya. Kau tidak tahu bagaimana Chang Ryul menyakitiku dan Jin Ho datang memulihkan lukaku. Prof Park, "Oh..itu karena Jin Ho itu licik." Kae in tidak tahu lagi harus omong apa. Kae in hanya berkata, percuma Ayah mengajak aku bicara jika pada akhirnya tidak mau mendengarku dan tidak percaya padaku. Kae in menunggu telp Jin Ho tapi justru Young sun yang telp, ia dengar dari Sang Jun semuanya dan Young sun menjelaskan bahwa Jin Ho tidak mencuri desain itu, Sang Jun yang membuat kesalahan. Dan membawanya pada Do Bin. haha..oke ini seharusnya serius, but kalian harus lihat cara Sang Jun makan roti disamping Young sun, kaya tidak punya salah gitu dan kaya ngga makan 3 hari :) Kae in membantahnya, memang benar, sejak awal Jin Ho datang ke SGJ dengan banyak kebohongan. Jin Ho pergi ke rumah abu dan menghadap altar ayahnya. Jin Ho mengatakan semuanya pada ayahnya. Aku benar2 menyedihkan, ayah pasti akan memukulku, tapi ayah, tidak ada yang bisa aku lakukan untuknya, aku membuatnya malu di depan ayahnya padahal satu2nya keinginannya adalah mendapat pengakuan dari ayahnya. Kae in meninggalkan voice mail message untuk Jin Ho, ia menunggu Jin Ho di cafe. Kae in menunggu Jin Ho lama sekali dan sebenarnya Jin Ho sudah datang, ia ada di dalam mobil mengamati Kae in, Jin Ho mengingat kata2 Kae in dan merasa depresi. Kae in melihat setiap mobil, akhirnya ia melihat Jin Ho. Kae in dan Jin Ho akhirnya bicara. Kae in berkata ia minta maaf karena ia sangat marah dan memutuskan tidak akan menemui Jin Ho lagi tapi ia tidak bisa melakukannya dan ia memutuskan untuk tidak percaya apapun sampai Jin Ho menjelaskan padanya. Jin Ho diam saja. Kae in berkata ini semua perbuatan Sang Jun, tapi Jin Ho berkata, "Aku yang melakukannya. Itulah mengapa aku pindah, pura2 jadi gay, dan mengambil blue print ayahmu." (I hate K Drama!) Jin Ho bahkan berkata Kae in bodoh karena percaya pada dirinya setelah Jin Ho memanfaatkannya."Apa kau pikir aku menyukai wanita yang konyol?" Kae in tidak percaya, tapi kau mencintaiku. Itulah mengapa kau melihatku seperti itu dan merasa sakit karena aku, dan memelukku. Jin Ho membalas, "Aku pura2 aku jatuh cinta denganmu, untuk mendapatkan tujuanku." Alasan aku mengatakan ini karena Kae in sangat mudah dibohongi tapi ayahmu tidak. Kae in tahu Jin Ho melakukan ini dengan sengaja, Kae in mohon agar Jin Ho minta maaf padanya tapi Jin Ho tetap pergi. Kae in lemas dan ia bersandar di dinding cafe, Jin Ho bermobil pergi dan ia melihat Kae in di spion sambil berkata, "Aku tidak akan mencintai Kae in, aku tidak mencintainya" tapi Jin Ho mengatakannya dengan menangis. Kae in pulang, dan ayahnya menunggunya, Kae in masuk kamar dan menangis. Jin Ho kembali ke rumah ibunya, ia berkata sudah putus dengan Kae in. Ibunya lega. Jin Ho masuk kamarnya dan menangis di mejanya semalaman. Kae in mengerjakan pekerjaan di galeri, Do Bin melihatnya dan berjalan mengendap-endap dan ia mau membuat Kae in kaget dengan meloncat dibelakang Kae in (astaga..sangat mengejutkan ...hehe I love Do Bin.) Do Bin mengajaknya makan siang dan Do Bin tidak percaya kata2 Kae in bahwa Jin Ho tidak mencintainya. Do Bin beralasan, Jin Ho bahkan berani mengaku ia pura2 sebagai gay, padahal lebih mudah baginya kalau ia diam saja. Saat ia menolakku, ia menjelaskan karena Jin ho mencintai Kae in. Jadi Kae in, apa kau tidak bisa melihat melalui tatapan mata Jin Ho dan bukan dari kata2nya? Sang Jun kaget mendengar Jin Ho dan Kae in benar2 putus. Jin Ho tidak ingin membicarakannya dan menghabiskan waktu untuk mengerjakan desainnya sepanjang malam. Dan kalau dipikir-pikir, apel Kae in juga masih ada di meja Jin Ho hehe... Keesokannya, Jin Ho pergi ke galeri untuk daftar. Do Bin melihat form Jin Ho dan minta In Hee memanggil Jin Ho. Jin Ho menjelaskan pada Do Bin hanya ini yang bisa ia lakukan sekarang. Do bin memutuskan mempercayai Jin Ho sekali lagi, tapi Jin Ho berkata ia sudah salah memakai kancing baju dari awal, dan tidak heran jika semua kancing jadi kacau. Do Bin hanya menjawab, kalau begitu Jin Ho hanya perlu memperbaiki kancing yang salah saja. Nice! Young Sun dan Kae in keluar dan minum2. Young Sun berkata Kae in seharusnya memaafkan Jin ho karena sudah jelas bahwa Jin Ho mencintai Kae in. Kae in berkata sudah selesai semuanya. Young Sun mencoba membujuk Kae in tapi Kae in tidur karena mabuk. Young Sun bingung ah..benar2. Jin Ho ada di depan Sang Go Jae dan ia mendapat telp dari Young Sun. Akhirnya Jin Ho muncul di cafe dan melihat keduanya. Young Sun melambai dan berkata agar Jin ho mengurus Kae in dan ia langsung pergi. Jin Ho duduk menunggui Kae in. Kae in hampir jatuh dan Jin Ho reflek memegangnya, Kae in jadi bangun dan ia kaget melihat Jin Ho. Tapi Kae in tidak bicara apa2 dan langsung pergi sambil sempoyongan. Jin Ho mengikutinya sepanjang jalan. Jin Ho menolong Kae in yang sempoyongan, Kae in melepaskan tangannya, mengapa kau ke sini, mereka sudah berakhir. Jin ho berkata aku tidak tahu mengapa aku kesini, yang aku tahu saat Young Sun noona menelp. aku langsung pergi. Ayo naiklah, Jin ho berlutut di depan Kae in, Jin Ho minta Kae in naik ke punggungnya. Kae in menolaknya, ia tidak mau, apa kau pikir aku gampangan. "Kau benar2 yang paling buruk. Aku seharusnya tidak pernah bertemu pria sepertimu. Tapi aku bertemu denganmu dan semuanya jadi kacau." Kae in tetap jalan tapi Jin Ho berlutut untuk kedua kalinya, naiklah. Kae in tetap menolaknya dan Jin Ho akhirnya memaksa Kae in naik ke punggungnya dan mulai jalan. Kae in memukuli punggung Jin Ho tapi akhirnya ia diam dan memeluk bahu Jin Ho. Kae in : "Setelah perpisahan kami, langit yang dulu cerah sekarang penuh dengan hujan badai. Badai yang aku lihat dalam hatiku sudah mengacaukan semuanya. Tapi tetap saja, punggungnya cukup hangat. Sekarang aku tidak akan punya alasan untuk digendong pulang lagi, iya kan?" Mereka sampai di rumah, Kae in masih di punggung Jin Ho. Prof Park melihat keduanya dan berseru, "Kae in ah!!" Kae in langsung merosot turun dan Prof Park langsung memarahi Kae in, "Apa kalian minum bersama?" Kae in berkata tidak, tapi ayahnya tidak mendengarnya dan memarahi Kae in karena sangat bodoh dan gampang percaya. Jin Ho tidak suka Kae in diperlakukan seperti itu oleh ayahnya. Kae in terus menundukkan kepala dan ia minta maaf. Ayah Kae in berbalik dan Jin Ho tidak tahan lagi, "Kae in sshi, kau tidak bersalah, mengapa kau harus minta maaf." Jin ho berkata pada Prof Park, Kae in tidak salah, ia hanya percaya dan mencintainya. Apa Prof tahu betapa susahnya Kae in untuk bisa mendapat pengakuan anda. Prof Park tidak suka dan marah. Ia tersinggung dengan kata2 Jin Ho. Jin Ho berkata ia sangat marah, aku minta maaf tapi aku tidak tahan lagi. Kae in selama ini sangat terluka setelah ia sadar mengenai kebenaran mengenai ibunya, ia merasa seperti kriminal, dan berkata bahwa ayahnya akan membencinya karena membunuh ibunya. Jin Ho, "Dia itu putrimu. Mengapa anda membuatnya merasa seperti kriminal?" Prof Park berteriak, apa yang kau tahu? Jin Ho menjawab, "seperti yang kulihat, tampaknya anda sudah mengalihkan perasaan bersalah anda pada putri anda." Kae in memegang tangan Jin Ho, "Jin Ho sshi.." Prof Park langsung menampar Jin Ho (owch ..), kau sombong sekali, pergi kau!! Prof Park berbalik, tapi Jin Ho belum selesai, "Alasan mengapa anda menolak proyek Museum Dahm adalah karena Sang Go Jae adalah proyek yang gagal, benar kan?" Prof Park terperanjat dan Jin Ho menekan lagi, "Benar kan?"

sinopsis personal taste episode 14

Personal Taste episode 14

Episode 14 : Training My Woman
Kae In berterima kasih karena Jin Ho mau menunggunya. Mereka membeli mug kembar. Paginya, Kae In ke kamar mandi dan main sandiwara menggunakan sikat gigi mereka. Tiba2 Jin ho masuk, Kae in kaget, kau mau apa? Jin Ho santai, yang pakai kamar mandi belakangan tugas membersihkan kamar mandi. Kae In protes, aku kan duluan? Kalau begitu, kata Jin Ho kita barengan saja. Kae In : "Apa? maksudmu mandi bersama?" mengapa tidak? lebiha cepat kan, Jin Ho siap2 buka baju. Kae in langsung lari keluar. Jin Ho tertawa. Mereka sarapan, dan Jin ho menyuruh Kae In cuci piring, setelah selesai, Kae in masuk kamar dan mengeluh pada Young Sun lewat telp. Menurut Young Sun, Jin Ho sedang melatih Kae In menjadi wanitanya. Kae In, kau tidak boleh mengalah. Kae In keluar dan bertekad akan menentang Jin Ho, Jin Ho keluar membawa selimut, ia ingin menjemur selimut di luar. Kae in juga disuruh jemur selimut, Kae in tidak mau, tapi Jin Ho mengancam tidak akan membagi makan siang dengan Kae In, apalagi ia akan membuat mie campur, plus minyak wijen dan kimchi. Kae in langsung panik, Kimchi! Ia langsung lari ke dalam mengambil selimut. Well, mereka benar2 menikmati waktu menjemur selimut, setelah selesai, mereka tidur di bangku, Kae in terbangun dan mengamati wajah Jin ho, hm..bulu matamu lebih panjang dari bulu mataku, dahi Jeon Jin Ho..hidung Jin Ho..bibir Jin Ho..dan Kae in mencium dahi Jin Ho. Jangan pergi dariku, Jin Ho-sshi
Tirza : A new style to sleep on a bench...
Di Museum, Choi do Bin mengumumkan ia akan memberi tahu hasil finalisnya besok dan ini harus dirahasiakan. Ada tambahan lagi, akan ada juri istimewa dalam proyek Dahm ini. In Hee the-most-ridiculous-woman-alive langsung waspada. Jin Ho menggendong Kae In yang ketiduran dan berkata kau pasti sangat lelah ya..dan ia turun ke basement untuk meneruskan pekerjaannya. Ia punya kejutan untuk Kae In. Kae In bangun dan mencari Jin Ho. Jin Ho muncul dari basement, Kae in heran, "Apa yang kau lakukan di sana?" Jin Ho, "Oh..aku seperti mendengar suara disana." Kae In, "Suara..?" Jin Ho, "Mungkin ada tikus di basement." Reaksi Kae in benar2 mengejutkan, ia langsung teriak dan melompat ke gendongan Jin Ho!
Jin Ho tertawa, "Kau benar2 takut tikus atau karena kau sangat menyukaiku?" Kae in panik, ia benar2 membenci tikus dan Jin ho hanya ketawa, ia menurunkan Kae in dan minta tangan Kae in. Kae in bingung, "Apa, mau apa.." Tapi Jin ho menarik tangan Kae in, coba lihat kukumu, ckck kapan terakhir kau potong kuku? Kae in masih bingung dan Jin Ho menunjukkan lehernya, yang merah kena cakaran Kae in saat minta digendong! Akhirnya Jin Ho memotong kuku Kae In, bizzare thing you do with your girl, Jeon Jinho hahaha. Saat mereka asyik memotong kuku, tiba2 ponsel Jin ho berbunyi, ternyata ibunya. Ibu Jin Ho, "Nak.." Jin ho menjawab, kau mabuk ya..? Chang Mi ..tapi ibu Jin Ho langsung menutup telp. Kae In mengerti Jin Ho harus pulang dan ia diam saja. Jin ho menoleh dan tersenyum, ia berkata harus pulang sebentar. Kae in mengerti. Chang Ryul kerja sepanjang hari Minggu itu. In hee menemuinya dan memberikan daftar nama finalis. Reaksi Chang Ryul awalnya akan membuka amplopnya, tapi ia berkata ia tidak membutuhkan ini. In hee dengan sinis berkata cinta benar2 sudah mengubahmu. Kau berubah. Di rumah, Jin Ho menyelimuti ibunya yang mabuk dan bergumam ia tidak akan mengijinkan Jin Ho bersama Kae in. Jin Ho hanya menghela nafas. Hye mi menunggu Jin Ho dan berkata apa Jin Ho tetap akan menemui wanita itu biarpun ibunya tidak suka? Jin Ho tidak menjawab dan pergi. Kae in sebenarnya menunggu Jin Ho dan ia mendengar Jin Ho pulang. Jin Ho langsung membuka kamar Kae In. Kae in pura2 tidur. Jin Ho memandangnya sebentar dan ia keluar. Ibu Jin Ho teringat kata-kata In hee dan ia terlihat pusing. Malamnya, Jin Ho menelp Kae in, "Apa aku membangunkanmu?" Kae In berkata kalau perlu ia akan menemui Ibu Jin Ho dan memohon padanya, ia akan pergi 10 kali, 20 kali. Berapa kali pun ia akan pergi. Jin Ho menghibur Kae In dengan menyanyikan lagu anak2 (3 beruang, yg dinyanyikan Han Ji Eun), lagu itu memicu memori Kae in, waktu ia masih kecil dan duduk bermain boneka, ia menyanyi lagu yang sama. Tapi Kae in minta Jin Ho menyanyi lagi, dan Jin Ho menyanyi lagu Dropping Rain (?) Paginya, Jin Ho dan Kae in bangun. Jin Ho ngomel, hei kau tahu berapa lama aku menyanyi semalam..mengapa kau tidak bilang kalau kau tidur? Kae in langsung membalas, "Aku tidur bagaimana bisa mengatakan padamu." Jin ho mengantar Kae in ke kantor. Kae in mengeluh ia seharusnya naik bis agar tidak terlambat. Jin Ho berkata kenapa kau mengeluh, padahal aku berbuat baik padamu. Ucapkan saja terima kasih.. Kae in berkata baik kalau begitu aku minta maaf. Kae in menyelipkan foto mereka ke ponsel Jin Ho. Kau adalah milikku, kata Kae in. Jin Ho tersenyum geli. Sang Jun menunggu Jin Ho tapi yang datang justru ibu Jin Ho. Ibu ingin minta kejelasan pada Sang Jun tapi Sang Jun susah menjelaskannya, ia hanya berkata Kae In sangat penting untuk proyek mereka. Sang Jun minta ibu bersabar paling tidak sampai pengumuman proyeknya keluar. Kae In melihat foto Jin Ho, In hee the most enviest woman alive masuk dan cari perkara, apa kau percaya kalau Jin ho benar2 mencintaimu? Kae In berkata, dulu aku sangat iri pada temanku Kim In hee, ia selalu percaya diri dan mendapat yang ia inginkan. Tapi sekarang coba lihat, ia hanya senang menyakiti orang lain tanpa berkedip. Kae in merasa bersedih untuk In hee pada akhirnya In hee akan sendirian. In hee mencemooh, tapi terlihat In Hee kena dengan kata2nya. Sang Jun menemui Jin Ho dan Jin Ho heran kemana kau pergi pagi2? Sang Jun mengalihkan pembicaraan pada Sang Go Jae, apa rahasia Sang Go Jae yang membuat direktur Choi menyukainya. Jin Ho berkata Sang Go Jae bukan semuanya. Sang Jun heran, apa maksudmu, kau tahu sesuatu? Jin Ho teringat blueprint yang ia temukan dan berkata nanti ia akan mengatakannya. sang Jun heran mengapa meja Jin Ho berantakan, apa kau belajar dari Park Kae In? Sang Jun hanya menasihati, Jin ho harus mengajar Kae in bersih2 dan masak, pasti ibu akan menyukainya dan ia pergi. Jin Ho termenung. Presiden Han dan Chang Ryul menuju museum untuk melihat pengumuman finalis dan ayah Chang Ryul minta kepastian kalau Chang Ryul akan mendapatkan Kae in. Di museum, Kae in berbicara dengan ponselnya, ayo Jeon Jin Ho telp aku..telp aku..aku mengirimkan telepati..dan ia mendesah saat Jin Ho tidak menelpnya. Seseorang masuk ke ruang kerjanya dan Kae in mendongak, wui..ternyata Jin Ho yang tersenyum dan melambai... Jin Ho datang untuk mengambil hasil pengumuman. Kae in menemaninya. Presiden Han dan Chang Ryul naik dan mereka melihat keduanya yang tampak sangat akrab, presiden Han bingung, hei mengapa Kae in bersamanya? Chang Ryul berkata pada akhirnya Kae in akan menjadi miliknya jadi tidak perlu resah. Ayahnya hanya menekankan "Jangan membuatku kecewa" Mereka melihat Do Bin dan In hee. Ke-empatnya saling memberi salam, Chang Ryul melihat ke arah Kae in dan Jin Ho. In hee mengikuti pandangan ChanG Ryul dan ia mendengus. Do Bin dan In hee pergi, Ayah Chang Ryul berkata diarahkan untuk Do Bin, coba saja nanti kalau proyek sudah ditangan awas kau. In Hee the pathetic mendekati Chang Ryul dan berkata apa kau tahu bahwa juri istimewanya adalah Prof Park Chul Han? Coba apa yang akan terjadi kalau ia tahu putrinya telah dimanfaatkan? kemudian ia pergi. Jin Ho dan Kae in jalan dan Jin Ho berkata mulai saat ini ia akan sangat sibuk dan mungkin tidak bisa sering bertemu Kae in. Jin Ho membelai rambut Kae in kemudian mengacaknya dan Kae In mengeluh, aduh rambutku. Jin Ho ketawa dan pergi, Kae in heran hei kau pergi begitu saja? Jin ho berteriak, "Park Kae in-sshi, awas kau jika melirik pria lain saat aku membalikkan punggungku!" Kae in langsung : apa? ah ini benar2.. Sang Jun mondar mandir dan gelisah menunggu Jin Ho, Jin Ho datang. Sang Jun langsung tanya bagaimana hasilnya apa kita masuk? Jin Ho mengiyakan, ini ia memberikan kertasnya. Sang Jun berkata pada kertas itu, kau adalah harapan hidup kami. Tiba2 Tae Hoon masuk, Hyung! Ia memberikan selembar surat, ada kabar buruk (why this guy is always come up with some kind of bad news? arrgh..), Mereka diusir dari kantor! Hari itu juga, Jin ho, Sang Jun dan Tae Hoon pindahan. Mereka menyewa kantor kecil dan Sang Jun mendesah. Jin Ho menghibur mereka, hei bukankah kita dulu juga memulai dari nol dari tempat seperti ini? (well, banyak bukti prsh yg mulai dari gudang akan berhasil, contoh : amazon.com, youtube, hubpages, bahkan microsoft, so figthing Jin Ho!) Chang Ryul juga mengumpulkan semua stafnya, Sekarang perang dimulai. Malamnya, Jin Ho menelp Kae In. Kae In usul akan datang ke kantor dan membawa kimbap, Jin Ho menolaknya tidak perlu, jika ia melihat Kae in takutnya ia tidak ingin kerja dan inginnya pergi dengan Kae in saja. Kae in tersenyum, "Apa benar? apa aku sebagus itu?" Jin Ho, "Kau adalah malaikat penjagaku yang akan selalu dekat dengan hatiku." Jin ho meyakinkan Kae in lebih baik ia tidak datang. Setelah ponsel ditutup, Jin Ho memandangi Sang Jun dan Tae Hoon yang tertidur di meja masing2. Ia konsentrasi lagi dengan pekerjaan-nya Paginya, Sang Jun sarapan dengan Tae Hoon, ia heran kemana Jin Ho, jangan bilang kalau ia makan2 diluar sendiri. Tae Hoon tidak tahu dimana Jin Ho. Jin Ho ternyata ada di Sang Go Jae. Saat Kae in tidak ada ia di rumah mengurus basement dan ia tampak sangat puas. Jin Ho pergi dan Kae In datang. Ia sangat merindukan Jin Ho, "Ah..rumah ini mengapa begitu besar" Jin Ho di jalan dan ia janjian dengan seseorang, ia akan menunggu orang itu di depan Sang Go Jae. Kae in di museum dan ia mendesah. Choi Do Bin masuk, dan ia berkata jika kau mendesah seperti itu bisa membuat atap terbang. Kae in tersenyum dan berkata ini karena Jeon Jin ho. Karena ia harus berkompetisi sehingga ia menjadi lebih sibuk dari biasanya. Do Bin berkata ia harus minta maaf karena sudah membuat Kae in dan Jin Ho seperti gadis penenun dan sang penggembala. Kae in tertawa dan berkata ia bisa menangis dan Do bin berkata apa mau saputangan? Kae in langsung bengong. Do Bin mendesah ah kau..selalu begitu kalau menanggapi leluconku. Kae in tertawa dan Do bin berkata ah ya wajah tersenyummu adalah yang terbaik. Kae in berterima kasih karena Do bin seperti ayah baginya yang membuatnya aman. Do bin menanyakan ayah Kae in dan Kae in berkata iya ayahnya akan pulang hanya ia tidak tahu mengapa, ayahnya selalu begitu, itulah mengapa ayahnya punya julukan Kremlin (Moskow, ibukota Rusia yang terkenal dingin). Kae in memaksa diri tertawa tapi Do Bin bisa merasakan kesedihan Kae in. Jin Ho ada di Sang Go Jae, tanpa mengetahui apapun tentang trauma Kae In, Jin Ho memasang kaca pada diatas ruang bawah tanah itu dengan bantuan 4 orang. Jin Ho puas dengan hasilnya dan ia menelp Kae In. Reaksi Kae in adalah ia terlompat senang waktu terima telp dari Jin Ho, tapi kemudian Kae in berkata, Oh salah ini bukan Park Kae in. Jin Ho hanya tertawa dan berkata ah..kalau begitu ini Park Il Min dan Kae in langsung marah, awas kalau kau tidak bisa mengingat namaku. Jin Ho minta Kae in ke sang Go Jae, ada yang ingin ia tunjukkan. Kae in semangat dan Jin Ho pesan agar Kae in hati2. Jin Ho akan menunggu. Setelah selesai, Jin ho tanpa sengaja menyenggol foto Kae in dan ibunya sehingga pecah (bad omen?) Jin Ho menghela nafas. Hye Mi pergi ke kantor Jin Ho dan panik saat tahu bahwa Jin Ho diusir dari kantornya. Ia langsung menelp Ibu Jin Ho. Di museum, telp Do Bin berdering ia minta In hee mengangkatnya. Ternyata dari Prof Park Chul Han. Prof Park ada di bandara, ia sudah di Seoul! Han Chang Ryul dan ayahnya hanya beberapa meter di dekatnya tapi mereka tidak berhasil menemui Prof Park. Ayah Chang Ryul marah2 karena gagal melobi Park Chul Han. Prof Park selesai bicara dengan Do Bin dan ia menghubungi no. lain. Kae in masuk ke Sang Go Jae dan ia mendengar telp, Kae in lari2 tapi saat telp diangkat, sudah putus. Kae in mencari Jin Ho tapi ia tidak menemukan Jin Ho dan ngomel. Jin Ho ternyata pergi mencari frame baru untuk foto Kae in dan Sang Jun menelpnya. Sang Jun usul ia ingin memberikan blueprint mereka pada temannya untuk dibuat lebih jelas. Jin Ho setuju saja dan ia berkata blueprintnya ada di tabung warna hijau. Sang Jun mengambilnya dan ia berdiri di dekat meja Jin Ho. Tanpa sengaja Sang Jun menjatuhkan sesuatu dan ia melihat tabung warna hitam yang disembunyikan Jin Ho. Sang Jun ingin tahu dan ia membukanya. Ternyata blue print Sang Go Jae. Sang Jun kemudian menemukan blue print yang lain, yaitu blue print pengembangan proyek Dahm (sepertinya rancangan Prof Park dan benar2 keren menurutku.) Sang Jun langsung terbelalak. Young Sun datang membawa makanan dan ia heran melihat Sang Jun yang duduk bengong. Young Sun tanya apa itu? Sang Jun berkata, "Young Sun unni, oh ini..blue print " lalu ia tertawa terbahak-bahak dan membuat Young Sun bingung. Kae in menunggu Jin Ho, tapi tidak datang2. Ia melihat ke bawah ke lantai diatas basement dan Kae in teringat lagi. Kae in memberanikan diri turun ke basement, tapi baru sampai di tangga ia naik lagi karena trauma. Pintu terbuka dan ternyata Ibu Jin Ho datang. Kae in mempersilahkan Ibu Jin Ho masuk tapi Ibu Jin Ho menolak dan mereka berbicara di ruang depan. Jin Ho terjebak kemacetan, ada dua mobil yang bertabrakan dan pengemudinya turun dan tidak mau mengalah. Jin ho hanya mendesah di dalam mobilnya. Ibu Jin Ho tanya apa Kae in tidak tahu kalau Jin Ho diusir dari kantor, Kae in baru mendengarnya. Chang Mi : "Apa kau benar2 tidak tahu?" kata2 ibu Jin ho memicu memori lama Kae In, ia mendengar kata2 In hee, juga kata2 orang2 disekitarnya, apa anak itu tidak tahu? kemudian ia ingat... Saat itu ia sedang main di lantai kaca diatas basement, ia bosan dan memanggil ibunya. Ibunya sedang membuat kursi di bawah dan ibunya melihat ke arah Kae in. Kae in ingin ibunya dan Kae in berdiri, ia membawa dumb bell kecil dan entah sengaja atau tidak, Kae in menjatuhkan dumb bell itu dan memecahkan kaca. Ibunya berteriak, "Kae in ah.." Kae In langsung berteriak, Ibu Jin ho kaget, ia sedikit tidak mengira kata2nya membuat Kae in se-shock itu. Ibu Jin Ho, "Park Kae in sshi, Park Kae in..aku minta maaf tapi aku tidak ingin Jinho ku seperti ayahnya dan jika kau tidak mau melihatku mati, maka kuharap kau mau meninggalkan Jin Ho-ku." Kae in menangis dan seseorang datang, Ibu Jin Ho permisi pergi. Ternyata Prof Park. Ia tertegun melihat Kae in dalam kondisi seperti itu, "Kae in ah apa yang terjadi.." Kae in melihat kearah ayahnya, "Jadi itu alasannya..selama ini aku bertanya-tanya, sebagai anak kecil aku bingung mengapa kau begitu membenciku..ternyata itu alasannya.." Kae in menangis histeris dan terluka. Ayahnya tampak shock dan tidak bisa berkata apa-apa. Kemudian... Jin Ho, "Kae in ah.." Prof Park kaget dan melihat Jin Ho.